Selasa, 20 Oktober 2026


MATERI BELAJAR
SISTEM TRANSMISI MANUAL
Prinsip dasar transmisi adalah bagaimana bisa digunakan untuk merubah kecepatan putaran suatu poros menjadi kecepatan yang diinginkan untuk tujuan tertentu. Gigi transmisi berfungsi untuk mengatur tingkat kecepatan dan momen (tenaga putaran) mesin sesuai dengan kondisi yang dialami sepeda motor. Transmisi pada sepeda motor terbagi menjadi; a) transmisi manual, dan b) transmisi otomatis. Komponen utama dari gigi transmisi pada sepeda motor terdiri dari susunan gigi-gigi yang berpasangan yang berbentuk dan menghasilkan perbandingan gigi-gigi tersebut terpasang. Salah satu pasangan gigi tersebut berada pada poros utama (main shaft/input shaft) dan pasangan gigi lainnya berada pada poros luar (output shaft/ counter shaft). Jumlah gigi kecepatan yang terpasang pada transmisi  tergantung kepada model dan kegunaan sepeda motor yang bersangkutan. Kalau kita memasukkan gigi atau mengunci gigi, kita harus menginjak pedal pemindahnya.  Tipe transmisi yang umum digunakan pada sepeda motor adalah tipe constant mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan  gigi-giginya yang berpasangan. Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan garu pemilih gigi/garpu persnelling (gearchange lever). Berikut ini adalah bagian-bagian dari sistem transmisi manual:
Mainshaft
Countershaft\
Shift drum

Prinsip kerja transmisi manual
Pada sistem transmisi manual terdiri atas beberapa type/jenis roda gigi yang digunakan yaitu:
1.      Fixed gear : fixed gear adalah roda gigi yang selalu mengikuti putaran dari porosnya.
2.      Sliding gear: sliding gear adalah roda gigi yang dapat bergeser kanan ataupun kiri yang mempunyai tugas mengunci idling gear (roda gigi bebas)
3.      Idling gear : idling gear adalah roda gigi yang dapat berputar bebas pada porosnya dan akan terhubung dengan poros apabila dikunci oleh sliding gear
Pada posisi Netral (N)
Pada saat transmisi pada posisi netral maka tidak ada putaran mesin yang diteruskan dari inputshaft ke outputshaft dikarenakan tidak ada roda gigi yang terkunci. Dengan kata lain inputshaft berputar sendiri.

Pada posisi gigi 1
Pada saat transmisi berada pada posisi gigi 1, ada roda gigi yang digeser agar poros inputshaft dengan outputshaft terhubung. Sliding gear C3 digeser ke kanan untuk mengunci Idling gear C1 sehingga putaran yang masuk dari inputshaft dapat diteruskan melalui fixed gear M1 – Idling gear C1 – Sliding gear M3 – Outputshaft.

Pada posisi gigi 2
Pada saat transmisi berada pada posisi gigi 2, ada dua roda gigi yang digeser yaitu: Sliding gear C3 digeser ke kiri agar bebas, dan Sliding gear M4 digeser ke arah kiri  untuk mengunci Idling gear M2 sehingga putaran yang masuk dari inputshaft dapat diteruskan melalui Sliding gear M4 – Idling gear M2 – Fixed gear C2 – Outputshaft.

Pada posisi gigi 3
Pada saat transmisi berada pada posisi gigi 3, ada roda gigi yang digeser yaitu: Sliding gear M4 digeser ke arah kanan  untuk mengunci Idling gear M3 sehingga putaran yang masuk dari inputshaft dapat diteruskan melalui Sliding gear M4 – Idling gear M3 – Sliding gear C3 – Outputshaft.

Pada posisi gigi 4
Pada saat transmisi berada pada posisi gigi 4, ada dua roda gigi yang digeser yaitu: Sliding gear M4 digeser ke arah kiri agar segaris dengan Idling gear C4, dan Sliding gear C3 digeser ke arah kiri untuk mengunci Idling gear C4, dengan demikian putaran yang masuk dari inputshaft dapat diteruskan melalui Sliding gear M4 – Idling gear C4 – Sliding gear C3 – Outputshaft.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar